Pesantren adalah Jiwaku
Tahun Pertama mengenyam dunia pesantren, aku menempati kelas Ibtida'. Kelas yang berisi 8 santri, dengan beberapa mata pelajaran, diantaranya akhlak sehabis subuh, tajwid sehabis asar, quran sehabis magrib, dan ketauhidan sehabis isya'. Aku menginta beberapa kitabku yang kubeli dari koperasi pesantrenku, yakni Ta'limul Muta'allim, Sifaul Jinan, Yasin kecil, dan Aqidatul Awwam. Aku juga membeli beberapa buku tulis dan pulpen pilot standar sebagai keperluan pendukung. Selain itu ada yang membuatku terbelalak adalah harga sebuah pulpen bernama hi.tech 0.3 yang berharga 13 ribu per satu batangnya. Agak menggerutu juga pada waktu itu mengeluarkan beberapa lembar uang untuk membayarnya. Penjaga koperasi ini pada waktu itu adalah seorang santri senior, dengan muka agak masam bernama Kang Agus Wahyudi. Kubawa beberapa belanjaan ini ke kamarku, kamar 12. Sebuah kamar yang tertata rapi dengan penduduk ada 5 santri senior didalamnya. Aku yang dititipkan di kamar pengurus ini, lam...